Home  |  Tentang SIMS  |  Unit Bisnis SIMS  |  Berita SIMS   |  Info Tech  |  Info Karir  |   ***** Webmail Login SIMS.CO.ID *****   


MENGHADIRKAN SIARAN TV DI PONSEL (Digital Multimedia Broadcasting)

Menonton siaran TV di ponsel kini bukan lagi hayalan. Teknologinya telah tersedia, tinggal lagi diperlukan kesiapan operator dan dukungan regulasi pemerintah sebelum Anda benar-benar dapat menikmatinya

Mungkin Anda pernah membayangkan bahwa suatu hari siaran televisi yang selama ini Anda tonton di rumah akan dapat Anda tonton juga di layar ponsel. Sehingga, Anda pun dapat menonton berbagai acara TV favorit Anda di mana Anda inginkan. Kalau Anda pernah membayangkan hal itu, kini Anda benar-benar dapat menikmatinya. Karena, secara teknologi, saat ini, hal tersebut dimungkinkan berkat terjadinya konvergensi layanan siaran televisi dan komunikasi bergerak. Karenanya, siap-siaplah untuk menonton tayangan acara TV di ponsel Anda dalam waktu dekat ini

Teknologi yang mendukung kemungkinan itu adalah Digital Multimedia Broadcasting (DMB). Teknologi digital ini mampu memberikan kualitas gambar yang setara dengan sistem siaran televisi digital dan suara sekelas kualitas theater. Konvergensi ini, kemudian semakin memicu pabrikan ponsel untuk mengintegrasikan siaran televisi dan komunikasi bergerak dalam satu ponsel.

Dengan begitu, DMB memungkinkan pelanggan sistem komunikasi bergerak menerima siaran televisi, baik secara langsung dari satelit maupun dari sistem terestrial, yang dapat diterima menggunakan ponsel berbasis W-CDMA maupun cdma2000. Bahkan, menariknya, layanan DMB ini dapat diakses oleh pelanggan yang berada dalam kendaraan yang melaju hingga kecepatan 150 km/jam.

Dibandingkan dengan layanan lainnya, seperti wireless LAN dan video on demand (VoD) melalui jaringan 3G, layanan S-DMB memiliki nilai kompetitif yang tinggi, terutama dalam hal mobilitas dan harga. Bahkan, dari sisi operator, layanan video melalui S-DMB ini akan lebih efisien dibandingkan layanan VoD melalui jaringan 3G

S-DMB dan T-DMB

Layanan DMB memiliki dua jenis layanan yaitu pertama, S-DMB ( Satellite DMB ), dimana ponsel langsung menerima siaran melalui transmisi satelit. Kedua, T-DMB ( Terrestrial DMB ) dimana ponsel menerima siaran melalui sistem terestrial yang dipancarkan melalui antena pemancar dengan menara yang cukup tinggi.

Seperti umumnya siaran televisi melalui satelit, S-DMB juga beroperasi pada frekuensi S-Band (2,630~2,655 GHz) dengan lebar pita sebesar 25 MHz. Dalam hal itu, satelit bertindak sebagai suatu pemancaran ulang (repeater) dari satu stasiun siaran pusat yang terdapat di stasiun bumi, yang menyiarkan program-program siaran untuk kemudian dipancarkan secara lansung melalui satelit ke ponsel-ponsel pelanggan.

Demikian pula untuk T-DMB. Seperti layaknya siaran televisi biasa melalui stasiun transmisi yang beroperasi pada frekuensi VHF ( Very High Frequency ), teknologi ini memang memiliki kesamaan pita frekuensi sebagaimana yang diterima oleh televisi-televisi di rumah. Karenanya, kalau S-DMB cukup memiliki satu satelit untuk mencakup area siaran yang luas, misalnya siaran skala nasional, maka T-DMB memerlukan banyak stasiun transmisi di masing-masing kota untuk memperluas jangkauan siarannya, sehingga menjadi siaran nasional.

Pertama di Dunia

DMB yang diakses melalui ponsel yang pertama di dunia diimplementasikan di Korea Selatan. Upaya ini telah mulai dirintis sejak September 2001 oleh SK Telecom, salah satu perusahaan selular nomor wahid di Korea . Sebetulnya, layanan DMB telah muncul di Jepang sejak Oktober 2004 yang dioperasikan oleh Japan's Mobile Broadcasting Corporation (MBCo), perusahaan siaran televisi Jepang. Namun, terminal pelanggannya masih menggunakan monitor di kendaraan bermotor, bus maupun kereta api, dan belum memanfaatkan ponsel.

Operator Jepang inilah yang kemudian digandeng SK Telecom untuk melakukan kerjasama dalam pengadaan satelit DMB yang ditandatangani pada Desember 2003. Termasuk dalam konsorsium itu adalah SK Telecom, Toshiba, Seoul Broadcasting Service (SBS), Samsung Electronics, CJ Media, KTF, MBCo dan Renault-Samsung Motors.

Sejak mula pertama siaran percobaan yang dilakukan pada 10 Januari 2004, hingga saat ini terdapat 39 total saluran layanan yang dapat dinikmati oleh siapa saja yang memiliki ponsel yang mendukung aplikasi DMB. Layanan yang ada itu terdiri dari 11 saluran video (saluran berita, film, olahraga), 25 saluran layanan audio (saluran berita, musik dan pendidikan), dan 3 saluran untuk layanan data (layanan informasi). Kesemua layanan ini dapat dinikmati secara gratis sampai dengan akhir April, dimana peluncurannya secara komersial baru akan dimulai pada awal Mei 2005.

Untuk siaran komersial, jumlah saluran yang ada akan menjadi 14 layanan video dan 24 layanan audio (siaran radio digital). Layanan ini cukup kompetitif dibandingkan layanan yang sama melalui EV-DO, yang juga telah tersedia. Untuk menikmati layanan itu, pelanggan dikenakan biaya aktivasi sekitar $19 (sekitar Rp.180.000) dan sekitar $12 (sekitar Rp.110.000) untuk biaya bulanan dengan tarif tetap ( flat ).

Terminal S-DMB

Berbagai macam tipe terminal S-DMB saat ini tersedia di pasaran Korea maupun Jepang, bersamaan dengan tersedianya layanan tersebut. Untuk tipe ponsel, Samsung Electronics telah meluncurkan ponsel DMB yang disusul oleh Pantech & Curitel, SK Teletec, Innoace Co. and Axess Telecom Inc., sebagai bagian dari pola kerjasama dengan SK Telecom. Pabrikan tersebut berkomitmen untuk meluncurkan ponsel tipe S-DMB pada akhir April tahun ini juga. Namun, kemampuan daya tahan baterai dan tingkat resolusi layar masih menjadi isu hangat hingga saat ini, demikian pula harga layanan yang tentunya masih cukup mahal. Ponsel berkemampuan S-DMB, saat ini, ditawarkan dengan harga berkisar antara $700 – $900.

Sedangkan untuk tipe terminal yang ditempatkan pada kendaraan bermotor (automotive type), SK Telecom telah menentukan lima pabrikan lokal yaitu Innoace Co., Kiryung Electronics, Hyundai Digital Technology, Hyundai Autonet, dan JAS Teletech. Sedang, Cyberbank Co. merupakan pabrikan pemasok PDA ( Personal Digital Assistant ) S-DMB

Kemungkinan DMB di Indonesia

Layanan DMB bukannya tidak mungkin dapat diterapkan di Indonesia, mengingat Indonesia telah memiliki satelit yang juga berfungsi sebagai satelit TV, misalnya Telkom-1 dan Cakrawarta (Indostar-1), termasuk juga sistem siaran televisi terestrial.

Namun, kelihatannya ketersediaan ponsel berkemampuan DMB akan menjadi pemicu oenerapan layanan ini. Selain itu, regulasi pemerintah juga akan mempengaruhi pola penerapan DMB di Indonesia. Misalnya, apakah dimungkinkan untuk melakukan ‘relay' siaran televisi terestrial ke dalam layanan S-DMB atau layanan S-DMB ini akan diterapkan dengan melakukan relay melalui operator 3G (baik EV-DV atau W-CDMA).

Dengan melihat bahwa layanan video streaming melalui EV-DO yang saat ini telah tersedia di Indonesia, layanan DMB ini dapat menjadi kompetitor layanan video stream melalui ponsel. Karena, dengan dimungkinkannya siaran TV tertangkap di ponsel, maka akan tersedia berbagai ragam acara TV yang semakin mudah dinikmati kapan dan di mana saja, yang tentu tidak terbatas hanya menonton video atau film. Hal inilah yang diperkirakan akan semakin menarik bagi pemirsa TV dan sekaligus pengguna ponsel.

Sisi Lain

Kehadiran TV komersial di layar ponsel, tak ayal akan juga berdampak positif. Selain akan semakin memperkaya layanan berbasis jaringan seluler dari yang selama ini ada, juga akan berdampak pada pengembangan berbagai ketersediaan konten, misalnya acara TV, kuiz, musik, dan lain sebagainya yang semua itu tentu akan memberikan efek domino, misalnya terhadap ketersediaan dan pembukaan lapangan kerja dan profesi baru.

Sebagai contoh, operator DMB di Korea Selatan menargetkan bahwa dengan layanan baru itu akan mampu dijangkau hingga 5 juta pelanggan dalam kurun waktu 5 tahun. Jika hal itu terwujud, berarti akan mempengaruhi penciptaan kebutuhan tenaga kerja sebanyak 184.000 yang tersebar dalam berbagai sektor dan profesi, termasuk layanan nilai tambah lainnya. Karenanya, jika kalangan operator dan stasiun siaran TV, termasuk dukungan regulasi dari pemerintah, sehingga memungkinkan munculnya layanan TV di ponsel berbasis DMB ini, maka tak ayal, selain akan meningkatkan peluang bisnis dan ekonomi lainnya, juga akan mendukung upaya pengatasan pengangguran di Indonesia yang dinilai cukup tinggi.

Kurniadi Djamili, seorang Praktisi Telekomunikasi
http://www.ebizzasia.com/0326-2005/insights,0326,03.htm



© 2010 - PT. SaranaInsan MudaSelaras (SIMS)   
Developed by : public_relations@sims.co.id.    
Best viewed : 1024 X 768